Analisis Terhadap Situs E-Chords Dengan Six Common Mistakes

Oleh : Taufik Kurniawan (0606079)

Web Site E-Chords.com dianalisis dengan Six Common Mistakes.

1. No taking the medium seriously

E-Chords merupakan Web site yang dibuat tidak setengah-setengah dalam pengertian bahwa situs ini dibuat untuk para pecinta musik, dimana setiap orang diberikan kemudahan dalam menyalurkan hobinya. Situs ini dibuat dengan lumayan komplit, hampir semua hal mengenai musik ada disini.

2. Trying to do everything

E-Chords merupakan situs yang dibuat untuk para pecinta musik, sehingga situs ini dibuat se-fokus mungkin dan membuat situs ini menjadi situs yang sering dikunjungi oleh orang yang mencari hal yang berkaitan dengan musik. Apalagi untuk orang yang ingin bermain alat musik, situs ini juga memberikan pelajaran tentang alat musik seperti gitar, bass, dan keyboard.

3. Technology for technology sake

E-Chords tidak mementingkan kepentingan bagi yang membuatnya saja tetapi web site ini juga memberikan pilihan kepapa orang lain untuk memilih yang mereka sukai dan mereka diberi kebabasan untuk berkreasi dengan mengupload hasil karya mereka dan di share ke orang lain.

4. Brochure ware syndrome

E-Chords tidak seperti brosur, justru beda sekali karena tidak mengenalkan suatu produk atau yang lainya dan bahkan situs ini hanya menampilkan daftar atau list untuk langsung menuju ke pokok bahasan musik yang ingin dicari sehingga memberi kemudahan bagi penggunanya.

5. Introverted

E-Chords sangat memperhatikan lingkungan sekitar dimana tidak harus ada perangkat khusus untuk membuka web site ini dan perangkat lainnya yang sifatnya khusus atau lebih dari normal, dimana web site ini dibuka untuk umum dan tidak melakukan pembayaran apa bila kita atau orang lain ingin mendownoad sesuatu dari web site ini.

6. Taking yourself too seriously

Dan juga web site ini tidak terlalu serius karena disini tidak menggunakan login dulu untuk mengaksesnya dan juga tidak ada syarat-syarat untuk mendownload dan lainnya yang sifatnya terlalu serius. Log in hanya diperuntukan bagi mereka yang ingin menjadi member.

Komentar Dimatikan

Filed under Uncategorized

Resensi Film The Hacker

Hacker merupakan seseorang yang memasuki suatu sistem orang lain menggunakan cara ilegal. Tujuan para hacker berbeda-beda, ada yang bertujuan merusak isi dari sistem, ada pula yang merampok atau mengambil sesuatu yang ada pada sistem. Tapi tidak semua hacker bersifat seperti itu, ada juga hacker yang bersifat baik. Oleh karena itu hacker dibagi menjadi dua golongan, Black Hat (Topi Hitam) dan White Hat (Topi Putih). Black Hat terdiri dari orang-orang yang memasuki suatu sistem orang lain untuk tujuan merusak atau mengambil isi dari sistem tersebut sedangkan White Hat berisikan orang-orang yang mencoba memasuki sistem lalu mempelajari jalan yang bisa dilakukan oleh hacker golongan Black Hat dan mencoba untuk memperbaiki sistem tersebut agar tidak bisa dimasuki oleh orang lain, biasanya golongan White Hat bekerja untuk instansi besar yang rawan sistemnya ditembus oleh Black Hat atau mereka bekerja untuk departemen keamanan yang bertugas untuk membantu mengatasi masalah keamanan sistem namun para hacker golongan Black Hat bekerja untuk kepentingan dirinya sendiri.
Perbedaan Hacker dan Cracker, cracker merupakan seorang programmer yang memasuki sistem orang lain dan merusak saja sedangkan hacker memasuki sistem orang lain dan mempelajari jalan-jalan yang bisa ditempuh untuk menembus sistem orang lain.

Hubungan Kemajuan Teknologi dengan Film “The Hacker”
1. Mengurangi Ongkos Operasional
Kemajuan teknologi seharusnya dapat mengurangi ongkos operasional, namun dengan adanya hacker bisa menjadikan ongkos opersional meningkat karena diperlukan dana tambahan untuk menjaga keamanan yang lebih agar tidak bisa dimasuki oleh hacker.
2. Meningkatkan Produktivitas
Seharusnya dengan kemajuan teknologi dapat meningkatkan produktivitas, namun dengan adanya hacker produktivitas akan terhambat.
3. Memuaskan Customer
Dengan kemajuan teknologi seharusnya dapat memuaskan customer, namun dengan adanya hacker para pelanggan menjadi cemas dan mempertanyakan keamanan dari sistem itu.

2 Komentar

Filed under tulisan terakhir

Sistem Operasi Tersebar

Dasar Network

Media Implementasi Jaringan

Untuk menghubungkan komputer-komputer yang kita miliki menjadi suatu jaringan, kita menggunakan media transmisi berupa kabel. Kabel yang biasa kita pergunakan adalah kabel twisted pair dan coaxial.

Twisted Pair (shielded dan unshielded)

Kabel twisted pair terdiri dari dua jenis, yaitu shielded / terbungkus ( shielded twisted pair / STP) dan unshielded / tidak terbungkus (unshielded twisted pair / UTP). Karakteristik yang dimiliki kabel ini adalah :

· Sepasang kabel yang di-twist, yang jumlah pasangannya dapat terdiri dari dua, empat atau lebih.

· Kecepatan transfer data yang dapat dilayani sampai 10 Mbps.

· Konektor yang biasa digunakan adalah RJ-11 atau RJ-45.

Coaksial

Kabel ini mempunyai karakteristik sebagai berikut :

· Paling populer untuk LAN

· Kecepatan transfer data yang dapat dilayani sampai 10 Mbps.

· Coaxial sering digunakan untuk kabel TV, ARCnet, thick ethernet dan thin ethernet.

· Thick coaxial / 10Base5 / RG-8 sering digunakan untuk backbone untuk instalasi jaringan antar gedung. Kabel ini secara fisik berat dan tidak fleksibel, namun ia mampu menjangkau jarak 500 m bahkan lebih.

· Thin coaxial / 10Base2 / RG-58 / cheapernet sering digunakan untuk jaringan antar workstation. Kabel ini secara fisik lebih mudah ditangani daripada RG-8 karena lebih fleksibel dan ringan.

Fiber Optic

Karakteristik kabel ini adalah :

· Mahal

· Kecepatan transfer data yang dapat dilayani sampai 155 Mbps.

· Tidak dapat ditap ditengah

Topologi Logic Jaringan

Ethernet

· Cara kerja secara ringkas : Untuk menghindari tabrakan antar data di jaringan, node akan melihat apakah jaringan tidak mengirimkan paket data sebelum node itu mengirimkan paket data. Jika node melihat jaringan tidak mengirimkan paket data, maka node akan mengirimkan paket data. Jika ada paket data yang dipancarkan pada saat node juga sedang mengirimkan paket data, maka akan terjadi collision. Bila terjadi collision, maka node dan jaringan akan sama-sama berhenti mengirimkan paket data. Setelah berhenti, node dan jaringan akan menunggu dengan waktu yang random untuk mengirimkan paket data. Paket data yang mengalami collision akan dikirimkan kembali saat ada kesempatan. Cara kerja ini dinamakan metoda CSMA/CD (Carrier Sence Multiple Access / Collison Detection).

· Kecepatannya 10 Mbps

· Implementasi dilakukan dalam berbagai media kabel, yaitu :

1. 10BaseT : menggunakan kabel UTP, 10 Mbps.

2. 10Base5 : menggunakan thick coax, 10 Mbps.

3. 10Base2 : menggunakan thin coax, 10 Mbps.

Token Ring

· Cara kerja secara ringkas : Dalam jaringan token ring, sebuah token bebas mengalir dalam jaringan itu. Jika suatu node ingin mengirimkan paket data, maka paket data yang akan dikirimkan ditempelkan pada token, kemudian token itu membawa paket data ke tujuan. Pada waktu token berisi data, node lain tidak dapat menggunakan token itu sampai token itu menyelesaikan tugasnya mengirimkan data. Bila paket data telah disampaikan ke tujuan, node pengguna tadi melepaskan token untuk dipakai oleh node yang lain. Cara kerja ini dinamakan token passing scheme.

· Kecepatannya 4 Mbps sampai dengan 16 Mbps.

ARCnet

· Prinsip kerjanya menggunakan token passing scheme dan broadcast.

· Kecepatannya mulai dari 2.5 Mbps sampai dengan 20 Mbps.

· Implementasinya menggunakan kabel coaxial RG-62.

· Topologi fisik yang biasa dipakai adalah star.

· Jarang digunakan untuk internetworking UNIX/DOS, karena tidak dapat bekerja dalam satu bus.

FDDI (Fiber Distributed Data Interface)

· Implementasinya menggunakan kabel fiber optik.

· Bekerja berdasarkan dua ring / cincin concentris, dengan kecepatan masing-masing 100 Mbps.

· Salah satu ring dapat berfingsi sebagai back-up bila salah satu ring atau node putus.

· Tidak kompatibel dengan ethernet, namun ethernet dapat dienkapsulasi dalam paket FDDI

INSTALASI

Instalasi Antar Gedung atau Jaringan backbone :

· Kabel yang digunakan adalah fiber optic atau thick coax

· Komputer dihubungkan ke kabel backbone oleh sebuah transceiver dan sebuah drop cable.

Instalasi Dalam Gedung :

· Kabel yang digunakan adalah thin coax atau UTP.

· Jarak maksimum satu segmen kabel thin coax adalah 180 m dan 100 node per segmen.

· Kabel UTP menggunakan topologi star, implementasinya komputer-komputer menghubungkan dirinya masing-masing ke hub atau concentrator.

Instalasi Kabel Ethernet

1) Instalasi Kabel Thin Ethernet

· Satu segmen terdiri dari kabel coaxial RG-58 dan sepasang konektor BNC.

· Untuk menghubungkan sebuah node, digunakan konektor T BNC.

· Satu segmen harus diakhiri dengan terminator BNC pada kedua ujungnya.

· Panjang minimum 18 inchi.

2) Instalasi Kabel Thick Ethernet

· Satu segmen terdiri dari kabel coaxial RG-8 dan sepasang konektor BNC.

· Untuk menghubungkan sebuah node, digunakan sebuah transceiver yang dihubungkan dengan drop cable dengan konektor DB-15 ke node.

· Satu segmen harus diakhiri dengan terminator BNC pada kedua ujungnya.

3) Instalasi Kabel Star Ethernet

· Satu segmen terdiri dari kabel UTP dan sepasang konektor RJ-45.

· Tidak ada persilangan antar kaki-kaki konektor.

· Membutuhkan hub atau concentrator sebagai pusat perkabelan dan meneruskan paket-paket ethernet ke tujuan yang benar.

Menghubungkan PC ke Jaringan Ethernet

Untuk menghubungkan sebuah komputer ke jaringan ethernet, kita harus menggunakan Network Interface Card (NIC) Ethernet yang cocok digunakan untuk thin coax, thick coax dan UTP.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengkonfigurasi card adalah :

· I/O address. Angka yang paling sering digunakan adalah : 280, 300, 320

· IRQ level. Angka yang paling sering digunakan adalah : 3, 5, 9, 10

· Shared memory base address.

· Direct Memory Access (DMA) channel.

· Output Port. Kita harus memilih output port yang sesuai, apakah BNC, AUI atau UTP.

Dari kelima hal ini, yang harus anda betul-betul perhatikan adalah I/O address dan IRQ level. Anda harus menggunakan angka yang belum dipakai oleh peralatan lain di komputer anda.

Elemen-Elemen Internetworking

Internetworking biasanya dibangun menggunakan tiga elemen :

· Hubungan data LAN. Biasanya terbatas dalam satu bangunan atau kampus dan beroperasi menggunakan sistem pengkabelan privete.

· Hubungan data WAN. Biasanya menggunakan saluran telekomunikasi data public, seperti X.25, ATM, ISDN, Frame Relay.

· Device penghubung jaringan. Device ini biasanya dibagi atas beberapa kategori, yaitu repeater, bridge, router, switch dan converter.

· Repeater

Repeater bekerja pada level physical layer dalam model jaringan OSI. Tugas utama repeater adalah menerima sinyal dari kabel LAN yang satu dan memancarkannya kembali ke kabel LAN yang lain. Karena bekerja di level physical layer, repeater mengharuskan penggunaan protocol physical layer yang sama. Contohnya, repeater dapat menghubungkan dua buah segmen kabel Ethernet 10Base2.

· Bridge

Bridge bekerja pada level data link layer pada model jaringan OSI. Bridge fungsinya sama dengan repeater, tetapi bridge lebih cerdas dan flexibel. Karena bridge bekerja pada level data link layer, bridge dapat menyambungkan jaringan yang menggunakan metoda transmisi berbeda dan/atau medium access control yang berbeda. Contohnya bridge dapat menghubungkan Ethernet baseband dengan Ethernet broadband. Karena kecerdasan dan kefleksibelannya tadi, bridge mampu mempelajari alamat link setiap device yang tersambung dengannya dan mampu mengatur alur frame berdasarkan alamat tadi.

· Router

Router bekerja pada level network layer pada model jaringan OSI. Router memiliki kecerdasan yang lebih tinggi daripada bridge. Router dapat digunakan untuk menghubungkan sejumlah LAN sehingga trafik yang dibangkitkan oleh sebuah LAN terisolasikan dengan baik dari trafik dari LAN lain. Contohnya, router dapat menghubungkan dua LAN yang berbeda atau menghubungkan data link LAN dengan data link WAN.

· Switch

Apabila LAN kita mempunyai beban kerja yang tinggi, penggunaan router biasanya tidak cukup. Ini terjadi karena jalur koneksi yang ada tidak mampu menampung aliran data yang sedemikian besar. Untuk menangani masalah ini, diperlukan tambahan jalur koneksi yang lebih banyak. Agar suatu router mampu menangani tambahan jalur, diperlukan bantuan switch. Switch ini biasanya diimplementasikan dalam bentuk hub dengan fasilitas switching, seperti module assignment hub, bank assignment hub dan port assignment hub.

· Converter

Converter bekerja pada level application layer. Converter merupakan tipe device yang berbeda daripada repeater, bridge, router atau switch dan dapat digunakan bersama-sama. Converter memungkinkan sebuah aplikasi yang berjalan pada suatu sistem berkomunikasi dengan aplikasi yang berjalan pada sistem lain yang berjalan diatas arsitektur network yang berbeda dengan sistem tersebut. Converter bertugas melalukan paket antar jaringan dengan protokol yang berbeda sehingga perbedaan tersebut tidak tampak dalam lapisan aplikasi.

Internetwork Heterogen

Yang dimaksudkan dengan internetwork heterogen adalah internetwork dengan protokol network dan transport yang berbeda-beda. Sebagai contoh, LAN TCP/IP dan LAN Netware. Jika kedua LAN ini digabungkan dalam satu kesatuan jaringan fisik dan data link, yang terjadi adalah internetwork heterogen. LAN heterogen tidak dapat berkomunikasi satu sama lain, dikarenakan perbedaan protokol network dan transport tadi.

Internetwork menggunakan bridge

Bridge mampu menggabungkan LAN-LAN yang berbeda protokol, karena bridge tidak memeriksa jenis protokol pada frame yang ia lewatkan.

Keuntungan menggunakan bridge :

· Biaya. Bridge cukup sederhana dan umumnya lebih murah daripada router.

· Kemudahan penggunaan. Bridge lebih mudah dipasang dan dirawat.

· Kinerja. Karena cukup sederhana, bridge cenderung mampu menangani trafik yang lebih tinggi.

Kerugian menggunakan bridge :

· Volume trafik. Bridge lebih cocok pada jaringan dengan volume trafik total yang relatif rendah.

· Broadcast storm. Frame broadcast dilewatkan bridge ke seluruh LAN, dan ini dapat menyebabkan trafik melebihi kapasitas medium jaringan.

· Loop. Kesalahan mengkonfigurasi bridge menyebabkan bridge memutarkan frame tanpa henti.

· Alamat yang sama. Alamat fisik suatu stasiun dalam jaringan harus berbeda dengan yang lain.

· Nama yang sama. Jika nama network yang sama digunakan oleh dua atau lebih user akan menyebabkan trafik yang berlebihan.

Internetwork menggunakan router

Penggunaan bridge sangat menguntungkan, karena bridge tidak melihat perbedaan dalam network layer dan transport layer. Dengan demikian, kumpulan LAN yang kita kembangkan akan dipandang menjadi satu LAN biasa. Keunggulan ini akan menjadi kelemahan apabila LAN dikenai trafik multicast. LAN akan ‘kelabakan’ menangani banyaknya trafik. Untuk menangani hal ini, LAN harus kita isolasi dengan menggunakan router. Router bekerja di network layer, sehingga ia hanya meneruskan data yang sama protokolnya dengan protokol yang ia implementasikan.

Keuntungan menggunakan router :

· Isolasi trafik broadcast. Kemampuan ini memperkecil beban network karena trafik jenis ini dapat diisolasikan pada sebuah LAN saja.

· Fleksibilitas. Router dapat digunakan pada topologi jaringan apapun dan tidak peka terhadap masalah kelambatan waktu yang dialam jika menggunakan bridge.

· Pengaturan prioritas. Router dapat mengimplementasikan mekanisme pengaturan prioritas antar protokol.

· Pengaturan konfigurasi. Router umumnya dapat lebih dikonfigurasi daripada bridge.

· Isolasi masalah. Router membentuk penghalang antar LAN dan memungkinkan masalah yang terjadi di sebuah LAN diisolasikan pada LAN tersebut.

· Pemilihan jalur. Router umumnya lebih cerdas daripada bridge dan dapat menentukan jalur optimal antar dua sistem.

Kerugian menggunakan router :

· Tergantung pada protokol. Router yang beroperasi pada lapisan network OSI hanya mampu meneruskan trafik yang sesuai dengan protokol yang diimplementasikan padanya saja.

· Biaya. Router umumnya lebih kompleks daripada bridge dan lebih mahal. Overhead pemrosesan pada router lebih besar sehingga troughput yang dihasilkan dapat lebih rendah daripad bridge.

· Pengalokasian alamat. Dalam internetwork yang menggunakan router, memindahkan sebuah mesin dari LAN yang satu ke LAN yang lain berarti mengubah alamat network pada sistem itu.

· Sistem tak terjangkau. Penggunaan tabel routing statik menyebabkan beberapa sistem dapat terjangkau oleh sistem lain.

Perencanaan Internetwork TCP/IP

Dalam perencanaan internetwork TCP/IP, beberapa hal yang harus diperhatikan oleh manajer jaringan adalah :

· Topologi backbone

· Alokasi IP address

· Pengaturan routing

· Penempatan server

· Penanganan protokol jaringan yang berbeda

Topologi backbone

Topologi backbone yang sebaiknya digunakan dalam internetwork yang meliputi sebuah kampus adalah Snow Flakes, yaitu topologi yang terdiri dari beberapa buah titik star.

Kelebihan topologi Snow Flakes adalah :

· Beban routing terdistribusi dengan baik.

· Pengontrolan dan operasi internetwork terpusat pada titik-titik star tersebut.

· Troubleshooting internetwork lebih mudah.

Alokasi IP address

Manajer jaringan harus menganggap IP address adalah resource yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin. IP address bagi setiap komputer yang terhubung ke jaringan internet harus unik, tidak boleh ada satu komputer yang mempunyai IP address yang sama dengan komputer lain. Terdapat macam-macam cara yang digunakan untuk mengatur penggunaan IP, yaitu penggunaan subnetting dan IP proxy.

Pengaturan routing

Routing dalam internetwork sebaiknya menggunakan metode routing dinamik dan penggunaan routing statik hanya digunakan pada kondisi yang tidak memungkinkan digunakannya routing dinamik.

Keuntungan routing dinamik :

· Route ditentukan oleh setiap router berdasarkan informasi dari router lain.

· Dapat beradaptasi dengan perubahan kondisi internetwork ( penambahan workstation, putusnya jaringan, dan sebagainya ).

· Penanganannya lebih mudah daripada routing statik.

Protokol routing dinamik yang banyak digunakan dalam internetworking TCP/IP adalah :

· RIP (Routing Information Protocol) yang menggunakan algoritma routing distance vector.

· OSPF (Open Shortest Path First) yang menggunakan algoritma link-state.

Penempatan server

Penempatan server yang dimaksudkan disini mengacu pada mesin-mesin yang mempunyai tugas memberikan informasi pada client dalam suatu internetwork. Server-server tersebut digunkan untuk memberikan informasi kepada internetwork, misalnya DNS server, dan untuk memberikan informasi secara umum, seperti FTP dan WWW server. Server-server ini mempunyai kecenderungan trafik yang tinggi dibandingkan dengan workstation.

Penempatan server yang baik dalam internetwork mampu mendistribusikan beban trafik di jaringan. Ini terjadi karena sifat beban trafik antar server berbeda-beda. Server seperti DNS server sering diakses, tetapi ia hanya memberikan informasi yang kecil, sedangkan FTP dan WWW server tidak terlalu sering diakses, namun informasi yang ia berikan jauh lebih besar daripada DNS. Yang biasanya dilakukan pada DNS server adalah mendistribusikan informasi pada dua atau tiga server dalam internetwork yang besar.

Penanganan protokol jaringan yang berbeda

Internetwork yang ada biasanya tidak hanya menangani satu protokol jaringan. Contohnya adalah internetwork yang terdiri dari protokol TCP/IP dan IPX/SPX. Pada internetwork yang menggunakan router (TCP/IP) , elemen internetwork dengan protokol yang berbeda tersebut hanya mampu berkomunikasi sebatas sampai router saja. Agar elemen ini mampu berkomunikasi dengan elemen lainnya yang terpisah dari router, digunakan metode tunneling. Dengan metode tunneling, elemen-elemen internetwork tersebut mampu berkomunikasi dengan protokolnya diatas protokol TCP/IP.

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under tulisan terakhir

Pengantar Sistem Pakar

PENGANTAR SISTEM PAKAR (EXPERT SYSTEM)

DEFINISI SISTEM PAKAR (EXPERT SYSTEM):
Sebuah program komputer yang dirancang untuk memodelkan
kemampuan menyelesaikan masalah seperti layaknya seorang pakar
(human expert).

APA ITU PAKAR/AHLI (EXPERT) ?
· Seorang pakar/ahli (human expert) adalah seorang individu yang
memiliki kemampuan pemahaman yang superior dari suatu masalah.
Misalnya: seorang dokter, penasehat keuangan, pakar mesin mobil, dll.
· Kemampuan kepakaran:
o Dapat mengenali (recognizing) dan merumuskan masalah
o Menyelesaikan masalah dengan cepat dan tepat
o Menjelaskan solusi
o Belajar dari pengalaman
o Restrukturisasi pengetahuan
o Menentukan relevansi/hubungan
o Memahami batas kemampuan

APA ITU KEPAKARAN/KEAHLIAN (EXPERTISE) ?
· Pemahaman yang luas dari tugas atau pengetahuan spesifik yang
diperoleh dari pelatihan, membaca dan pengalaman.
· Jenis-jenis pengetahuan yang dimiliki dalam kepakaran:
o Teori-teori dari permasalahan
o Aturan dan prosedur yang mengacu pada area permasalahan
o Aturan (heuristik) yang harus dikerj akan pada situasi yang terjadi
o Strategi global untuk menyelesaikan berbagai jenis masalah
o Meta-knowledge (pengetahuan tentang pengetahuan)
o Fakta-fakta

APA ITU PENGETAHUAN (KNOWLEDGE) ?
· Data + processing = informa tion
· Information + processing (pengalaman, training, dll) = knowledge

Alasan mendasar mengapa ES dikembangkan untuk menggantikan seorang
pakar:
· Dapat menyediakan kepakaran setiap waktu dan diberbagai lokasi
· Secara otomatis mengerjakan tugas-tugas rutin yang membutuhkan
seorang pakar.
· Seorang Pakar akan pensiun atau pergi
· Seorang Pakar adalah mahal
· Kepakaran dibutuhkan juga pada lingkungan yang tidak bersahabat
(hostile environtment)

PEMINDAHAN KEPAKARAN
Tujuan dari sebuah sistem pakar adalah untuk mentransfer kepakaran yang
dimiliki seorang pakar kedalam komputer, dan kemudian kepada orang lain
(nonexpert).
Aktifitas yang dilakukan untuk memindahkan kepakaran:
1. Knowledge Acquisition (dari pakar atau sumber lainnya)
2. Knowledge Representation (ke dalam komputer)
3. Knowledge Inferencing
4. Knowledge Transfering

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under tulisan terakhir

Tugas Pemrograman Non Prosedural

Pemrograman Non Prosedural biasanya berhubungan dengan Pemrograman Fungsional.

Paradigma pemrograman Fungsional
· Didasari oleh konsep pemetaan dan fungsi pada matematika.
· Fungsi dapat berbentuk sebagai fungsi ‘primitif’ atau komposisi dari fungsi lain
yang terdefinisi.
· Pemrogram mengasumsikan bahwa ada fungsi dasar yang dapat dilakukan.
Penyelesaian masalah didasari atas aplikasi dari fungsi-fungsi tersebut. Dasar
pemecahan persoalan adalah transformasional.
· Semua kelakuan program adalah suatu rantai transformasi dari sebuah keadaan
awal menuju ke suatu rantai keadaan akhir, melalui keadaan antara, melalui suatu
aplikasi fungsi.
· Paradigma ini tidak mempersoalkan memorisasi dan struktur data, tidak ada
pemilahan antara data dan program, tidak ada lagi pengertian tentang ‘variabel’.
· Pemrogram tidak perlu lagi mengetahui bagaimana mesin mengeksekusi atau
bagaimana informasi disimpan dalam memori. Adapun yang menjadi perhatian
adalah keadaan awal dan akhir saja.

PEMROGRAMAN FUNGSIONAL
· Paradigma pemrograman fungsional didasari oleh konsep pemetaan dan fungsi pada
matematika. Fungsi dapat berbentuk:
• fungsi primitif/dasar, atau
• komposisi dari fungsi-fungsi lain yang telah terdefinisi.
· Pemrogram mengasumsikan bahwa sudah terdefinisi fungsi dasar. Dari komposisi
fungsi dasar tersebut dapat dibentuk fungsi baru. Penyelesaian masalah didasari atas
aplikasi dari fungsi-fungsi tersebut. Jadi dasar pemecahan persoalan adalah
transformasional. Semua kelakuan program adalah suatu rantai transformasi dari
sebuah keadaan awal menuju ke suatu rantai keadaan akhir, yang mungkin melalui
keadaan antara, melalui aplikasi fungsi.
· Paradigma fungsional tidak lagi mempernasalahkan memorisasi dan struktur data,
tidak ada pemilahan antara data dan program, tidak ada lagi pengertian tentang
“variabel”. Pemrogram tidak perlu lagi mengetahui bagaimana mesin mengeksekusi
atau bagaimana informasi disimpan dalam memori, setiap fungsi adalah “kotak
hitam”, yang menjadi perhatiannya hanya keadaan awal dan akhir. Dengan merakit
kotak hitam ini, pemrogram akan menghasilkan program besar.
· Berlainan sekali dengan paradigma prosedural, program fungsional harus diolah lebih
dari program prosedural (oleh pemroses bahasanya), karena itu salah satu keberatan
adalah kinerja dan efisiensinya. Karena itu, dalam bahasa pemrograman fungsional,
PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com

program adalah fungsi hasil komposisi dari fungsi-fungsi lain, apakah fungsi itu dasar
atau hasil komposisi dari fungsi dasar. Bahasa pemrograman fungsional memperoleh
hasil dengan cara mengaplikasikan fungsi terhadap argumen atau parameternya, yang
juga dapat berupa fungsi.
· Bahasa pemrograman fungsional menonjol dalam kemampuan struktur datanya.
Karena bahasa ini tidak dibatasi oleh variabel yang berasosiasi dengan lokasi memori,
maka sebuah struktur data cukup ditangani sebagai sebuah nilai.
· Bahasa pemrograman fungsional tertua adalah LISP. Dan hanya bahasa inilah yang
dalam perkembangannya juga digunakan secara komersial. Sehingga penggunaannya
meluas.

NOTASI FUNGSIONAL
· Program adalah model solusi persoalan informatik, berisi kumpulan informasi penting
yang mewakili persoalan.
· Dalam konteks fungsional, program digambarkan dalam : himpunan nilai type,
dengan nilainya adalah konstanta.
· Fungsi di sini merupakan asosiasi antara 2 type yaitu domain dan range.
· Domain range dapat berupa : type dasar dan type terkomposisi (bentukan).
· Penulisan suatu program fungsional, dipakai bahasa ekspresi à tiga macam bentuk
komposisi ekspresi adalah ekspresi fungsional dasar, konditional dan rekursif.
· Pemrograman fungsional didasari atas analisa top down. Analisa top down dalam
pemrograman fungsional: Problema, Spesifikasi dan Dekomposisi .
· Fungsi pada analisa topdown adalah strukturisasi teks. Sebuah fungsi mewakili
sebuah tingkatan abstraksi.
PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com

Konstruksi Program Fungsional
· Definisi Fungsi : Menentukan nama dan mendefinisikan domain dan range dari
fungsi.
· Spesifikasi fungsi : menentukan “arti” dari fungsi.
Contoh : Fungsi bernama Pangkat3(x) artinya menghitung pangkat tiga x seperti pada
umumnya.
· Realisasi fungsi : mengasosiasikan pada nama fungsi, sebuah ekspresi fungsional
dengan parameter formal yang cocok.
Contoh : mengasosiasikan pada Pangkat Tiga: a*a*a atau a3 dengan a adalah nama
parameter formal. Parameter formal fungsi adalah nama yang dipilih untuk
mengasosiasikan domain dan range.
· Aplikasi fungsi : memakai fungsi dalam ekspresi, yaitu dengan menggantikan semua
nama parameter formal dengan nilai. Dengan aplikasi fungsi, akan dievaluasi ekspresi
fungsional.
Contoh : Pangkat Tiga (2) + Pangkat Tiga(3).
Argumen pada saat dilakukan aplikasi fungsi disebut parameter actual.
· Notasi untuk menuliskan program fungsional disebut dengan notasi fungsional,
dimana terdiri dari empat bagian sesuai dengan tahapan pemrograman.
Contoh generic(template) teks program dalam notasi fungsional.

5 Komentar

Filed under tulisan terakhir

Biografi The Used Bands

The Used yang dipunggawai oleh Bert McCracken, Quinn Allman, Jeph Howard, dan Branden Steineckert ini dibentuk di Orem, Utah, AS awal tahun 2001. Sebelum menjadi The Used, para personilnya sempat mendirikan Strange Itch dan Dumb Luck yang akhirnya berevolusi menjadi The Used. Berawal dari demo yang mereka buat, The Used berhasil mendapat kontrak rekaman dari Reprise Records dan merekam album pertama mereka THE USED. Album yang diluncurkan tahun 2002 ini berhasil meraih gold album.

Keberhasilan ini disusul dengan kesuksesan album kedua mereka IN LOVE AND DEATH yang dilansir dua tahun kemudian. Sayangnya, dua tahun kemudian, Branden Steineckert, sang drummer memutuskan mundur dari The Used. Posisi drummer kemudian diganti oleh Dan Whitesides mantan drummer New Transit Direction. Sementara Branden Steineckert kemudian bergabung dengan Rancid menggantikan drummer Brett Reed. Tahun 2007, The Used kembali meluncurkan studio album. Album yang dilepas pada bulan Mei 2007 ini diberi judul LIES FOR THE LIARS dan sempat masuk 10 besar tangga lagu di AS, Canada, dan Australia.

Konser Cinta The Used Di Jakarta

Yakin, The Used sama sekali nggak menyesal terbang jauh-jauh dari kampung halamannya di Utah, Amrik ke Jakarta. Sambutan empat ribu penonton yang memadati Tennis Indoor Rabu (13/8) malam sukses bikin Bert (vokal), Quinn Allman (gitar), Jeph Howard (bas) dan Dan Whiteside betah berlama-lama di atas panggung.Dari pertama empat orang ini naik panggung, sorakkan riuh penonton nggak berhenti.

Bert yang merasa ada di atas angin beberapa kali berbohong pada penonton. Cowok berambut sebahu ini udah mengumumkan undur diri sejak lagu keempat dimainkan. Kontan aja penonton langsung berteriak histeris, yang disambut dengan senyuman puas Bert dan teman-temannya yang lain.Total tiga kali Bert pamit mundur. Terakhir dia bilang “Its a last song” waktu membawakan lagu ke sebelas, Hospital. Nggak seperti sebelumnya, aksi pamit Bert kali ini didukung oleh lampu panggung yang tiba-tiba padam dan seorang kru nampak sibuk membereskan kabel mic-nya Bert, tapi masih ada musik di sana. Hey, its time for encore.

Bener aja, Bert lagi-lagi membual. Bareng Quinn yang menenteng gitar akustik nih cowok kembali naik panggung. Membawakan On My Own disusul oleh A Box Full Of Sharp Objects yang dibawakan full band. Di sela-sela tiga belas lagu yang dibawakan malam itu Bert mengucapkan terimakasi untuk sambutan penonton Jakarta. Dia berharap bisa kembali konser di sini lagi. Hmmm…. Kayaknya jatuh cinta nih sama publik Jakarta?

4 Komentar

Filed under tulisan terakhir